Kamis, 03 Juli 2014

Peluang dan Ancaman Usaha Kecil di Indonesia menghadapi Pasar bebas AFTA (ASEAN FREE TRADE AREA)


AFTA atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area) adalah merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN 
Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.
Disinilah ujian bagi usaha kecil dan mikro baik yang bergerak di produksi maupun distribusi dalam menangkap pasar bebas ini yaitu :

1.  Peluang
  • Pelaku usaha tersebut mendapatkan pasar untuk melempar produk-produknya selain di pasar dalam negeri
  • Pelaku usaha di Indonesia untuk lebih meningkatkan produk barangnya dari segi mutu juga mendorong kesadaran para pengusaha-pengusaha di Indonesia untuk memiliki daya saing usaha yang kuat

2.  Tantangan
  • Pasar Dalam negeri juga kedatangan produk dari luar negeri.
  • Produk kita masih dibawah daya saing produk negeara tetangga.
  • Banyak produk luar negeri yang sudah masuk di Indonesia dengan sambutan pasar yang positif

Peran dan dukungan pemerintah sangat dibutuhkan disini, pemerintah haruslah membuat suatu regulasi yang jelas dalam menanggapi masalah-masalah yang dihadapi oleh para pengusaha di Indonesia khususnya pengusaha kecil dan menengah mengenai bantuan modal usaha. Pemerintah sepatutnya menolong para pengusaha kecil dan menengah kita dalam meningkatkan kualitas produknya agar nantinya produksi mereka tidak berhenti dan rugi. Selama ini permasalahan yang yang selalu timbul adalah ketidak mampuan pemerintah Indonesia dalam melindungi para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya para pengusaha yang tergolong pengusaha kecil dan menengah di Indonesia mengalami kerugian besar dan produksinya berhenti dikarenakan kualitas barang mereka kalah dibandingkan dengan barang-barang yang masuk dari Vietnam dan Cina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar