Rabu, 02 Juli 2014

KAPAN KOPERASI DAN UKM BANGKIT

Sampai saat ini  perekonomian Indonesia  topic masalah kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan penguasaan asset nasional dan ketiga masalah menjadi indikator bahwa masyarakat banyak belum berperan sebagai subyek dalam pembangunan yaitu memberikan hak-haknya untuk berpartisipasi dalam pembentukan dan pembagian produksi nasional
Keterlibatan masyarakat dalam produksi tidak terlepas dengan keperpihakan Pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan system perekonomian di Indonesia.
Selama ini Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) di Indonesia telah terbukti mempunyai daya tahan dalam menghadapi dan pengaruh krisis ekonomi global dikarenakan system permodalan yang digunakan adalah kebersamaan dari anggota. Meskipun dalam perjalannya koperasi dan UKM sulit bangkit karena pengaruh pasar yang sama sekali tidak berpihak pada rakyat kecil (neoliberal).
Sebagaimana analisa sederhana kita pemilik toko peracangan beralih profesi menjadi kuli bangunan karena persaingan dengan Toko Ritel berjaringan, Industri kecil (rumah tangga), PKL memiliki nasib yang sama karena persaingan produksi dengan pengusaha besar yang tidak sedikit mereka beralih menjadi TKI.
Peran Pemerintah dengan scenario menggerakkan ekonomi rakyat ini sangatlah di nantikan oleh masyarakat, slogan EKONOMI KERAKYATAN tidak hanya slogan tetapi benar-benar di terapkan dalam perekonomian di Indonesia sehingga kebangkitan usaha kecil Mikro dan Koperasi terwujud dan apa yang menjadi tujuan Ekonomi Kerakyatan  Seperti :
(1) terlindunginya rakyat banyak dari persaingan yang tidak seimbang dengan para pemilik            modal besar,            
(2) lebih mampu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak,
(3) memperkecil kesenjangan antara si Kaya dengan si Miskin, dan
(4) menciptakan hubungan sinergis antara Pemilik Modal Besar dengan Masyarakat banyak          sebagai mitra kerjanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar